Buat semua juragan yang sedang mengincar seseorang yang di idam-idamkan ...
Gw punya beberapa trik-trik bagus nih yang wajib dimiliki para juragan:
1. Muka Badak Hati Baja
Buat
yang punya wajah pas-pasan ... alias ganteng enggak, buruk rupa udah
pasti ! Enggak usah minder dulu ... lu mesti nunjunkin modal lain yang
bisa bikin cewek tertarik . misalnya kalo lu jago ngomong atau ngebuat
humor-humor kocak itu juga bisa buat menarik perhatian cewek yang lu
incer ... Nah apalagi kalo lu punya kemampuan dalam bidang olahraga
atau musik ... pasti bakal jadi nilai tambah buat ngedeketin dia....
2. Otak Lebih
Asal
tauk gan .... sekarang tuh cewek udah pinter-pinter .... kebanyakan
punya wawasan luas di berbagai bidang dan selalu meng-update informasi
terbaru ... Oleh karena itu kita jangan mau kalah ... kalo bisa kita
harus selangkah lebih maju dari si dia ... biar makin tertarik ...
3. Bersih Dan Wangi
Ini
yang susah bagi para cowok buat dilakuin ... tapi rata-rata tuh semua
cewek suka ama cowok bersih dan wangi .... Emang sih , ada juga cewek
yang suka ama cowok yang tampilannya agak berantakan, dibandingkan
cowok necis .... Tapi kalo seberantakan-seberantakannya cowok, pasti
ogah kalo ceweknya bau dan dekil ... mana ada yang mau deketin ...
enggak selamanya cowok bersih dan wangi tuh brarti cowok genit ....
4. Just Be Yourself
Bukannya
jaman jaim-jaiman gan ... karena banyak cewek yang trauma ama cowok
jaim ... awalnya sih tertarik banget karena cowok yang ngedeketin
keliatannya baik dan perhatian ... tapi ketika dah jadian kok malah
berubah banget ... Makanya dari awal tunjukin diri kita apa adanya...
kalo kantong pas-pasan jangan sok tajir ... percaya deh kalo cewek bakal
hormat ma kita ...
tapi ane harap,
yg di idam2kan jgn kyk di bawah ini,,
ahahhahahaha
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1856897
Senin, 19 September 2011
Tubuh kita unik ya
1. Asam lambung kita sebenarnya cukup kuat untuk mencerna seng dan timah. Untungnya sel-sel pada dinding lambung kita diperbarui dengan sangat cepat sehingga asam lambung gak sempet berbalik jadi “senjata makan tuan”.
2. Paru-paru terdiri dari 3 milyar capillaries (urat nadi kecil). Kalo urat-urat ini disambung jadi satu panjangnya bisa mencapai 2400 km.
3. Testikel pria menghasilkan 10 juta sperma baru tiap hari.. Cukup untuk mengganti semua manusia di muka bumi ini hanya dalam waktu 6 bulan.
4. Tulang kita tu sangat kuat – sekuat batu granit dalam menahan beban. Percobaan dengan sepotong tulang dengan ukuran sebesar korek api bisa menahan beban sampai 9 ton – 4 kali lebih kuat dari besi beton..
5. Kuku kita perlu waktu 6 bulan untuk tumbuh dari pangkal sampai ke ujung jari
6. Organ terbesar dalam tubuh kita adalah kulit. Laki-laki dewasa luas kulitnya sekitar 1,9 m2. Kulit terus menerus diperbarui oleh tubuh kita dan sepanjang hidup setiap orang menghasilkan limbah kulit seberat 18 kg
7. Ketika kamu tidur tubuhmu mengembang sekitar 8 mm. Saat kamu bangun tubuhmu mengerut lagi seperti semula. Kenapa bisa begitu ? Ternyata tulang rawan kita bisa mengembang dan mengerut (saat berdiri dan duduk) seperti spon karena pengaruh gravitasi.
8. Rata-rata orang bule makan 50 ton dan minum 50 ribu liter air sepanjang hidupnya (orang indonesia gak tau ni berapa).
9. Setiap ginjal terdiri dari 1 juta filter tunggal yang menyaring rata-rata 1,3 liter darah per menit dan menghasilkan 1,4 liter urin sehari.
10. Otot pada bola mata kita bergerak sekitar 100 ribu kali sehari.. Sebagai perbandingan kalo diterapkan pada otot kaki kita sama dengan berjalan 80 km setiap hari.
10. Otot pada bola mata kita bergerak sekitar 100 ribu kali sehari.. Sebagai perbandingan kalo diterapkan pada otot kaki kita sama dengan berjalan 80 km setiap hari.
11. Dalam waktu 30 menit panas rata-rata tubuh kita cukup buat merebus setengah galon air.
12. Satu sel tunggal tubuh kita hanya perlu waktu 60 detik untuk mengelilingi tubuh kita.
13. Kulup dari bayi yg disunat bisa tumbuh dari seukuran prangko menjadi seluas 3x lapangan basket. Hebat kan . Keajaiban dari science. Laboratorium menumbuhkan kulit ini untuk mengganti kulit korban luka bakar.
14. Sejak kita lahir sampai sekarang hanya ada satu bagian tubuh kita yg ukurannya gk pernah berubah – Bola Mata.
15. Menurut Darwin (dan beberapa ilmuwan lain) usus buntu itu dulu sebenarnya adalah bagian ketiga dari sistem pencernaan kita. Fungsinya untuk mencerna daun! Oleh karena manusia berhenti makan daun mentah dan mulai memasak semua makanannya akhirnya usus buntu kehilangan pekerjaannya.
UJI MATA OTAK JUGA :D
kuning abuabu kuning biru merah hitam hijau kuning abuabu merah biru kuning hijau orange kuning hijau merah ping kuning hijau abuabu merah abuabu kuning hijau merah orange kuning abuabu hijau abuabu kuning orange hitam kuning hijau merah hijau biru hitam abuabu merah kuning biru ping hitam orange hitam biru ping hijau abuabu merah hijau biru kuning merah kuning biru abuabu kuning hijau
ayooo tebak berapa jumlah kata MERAH
BIRU KUNING HIJAU ORANGE HITAM ABUABU PING
^______^
BIRU KUNING HIJAU ORANGE HITAM ABUABU PING
^______^
"Psikopat ato Bukan"
Agan tau kan apa itu psikopat?
penjelasan nya :
Psikopat secara harafiah berarti sakit jiwa.
pengidapanya sering berperilaku yang anti sosial dan merugikan orang2 terdekatnya.
Psikopat tak sama dengan gila, karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya.
pengidapnya sering disebut orang gila tanpa gangguan mental, 1% dari total penduduk dunia adalah psikopat.
20% ada di penjara atau rumah sakit, 80% hidup seperti biasa karena seorang psikopat susah dideteksi dan sukar disembuhkan
nah agan udah tawu apa itu psikopat.
nah sekarang ada soal bercerita,
bila agan menjawab dengan TEPAT agan mempunyai jiwa psikopat.
CERITA :
"ada seorang remaja perempuan yang bernama anita, pada suatu hari ibunya meninggal dunia dan anita beserta kakak perempuan pergi ke pemakaman ibunya.
nah anehnya ada seorang laki2 yang tampan dan membuat anita jatuh cinta, anehnya anita baru pertama kali bertemu dengan laki2 tersebut dipemakaman ibunya.
dan beberapa hari kemudian kakak perempuannya meninggal dibunuh seseorang"
nah pertanyaan nya siapa yang membunuh kakak perempuan anita? Dan ALASAN nya!
bila jawaban dan alasannya tepat agan mempunyai jiwa psikopat.
agan mikir dulu.
baru buka jawabannya di bawah,,,
ingat ya,,,mikir dulu :D
![]() |
"yang membunuh adalah anita karena bila anita membunuh kakaknya ,alasannya:bila membunuh kakaknya dia mempunyai kesempatan bertemu laki2 tampan di pemakaman kakaknya, karena sebelumnya anita hanya pernah brtmu sekali di pemakaman ibunya"
soalnya udah terbukti benar, karena penelitian di jerman, 80% tahanan dengan kasus pembunuhan,pemerkosaan dsbg.a menjawab dengan benar.
nah bagaimana jawaban agan?
:D :D :D
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10320243
Jumat, 16 September 2011
Membaca membuka cakrawala
ini hari pertama ane ngeblog ( bukan pertama kali sih, maksudnya pertama untuk mulai aktif kembali -___-") gak tau kenapa abis muter-muter di Om google, liat BLOG orang temen-temen, ane jadi bangkit dan pengen banget nulis sesuatu (alah basi,,) walaupun ane masih newbie tapi, ini lah hidup harus di mulai dari bawah. bersusah-susah dahulu baru mati kemudian ancurr donk,, wkwkwkkwkwk,, uppss,, maksud nya sukses kemudian.
saya mau sharing nih, sedikit mau bagi tahu aja, tentang pentingnya membaca... ayooo... siapa yang belum bisa baca,,, hahaha. membaca itu sangat penting. tahu kenapa alasan pertama dan masuk akal aja ya " kalo gak bisa baca, ya gak bisa mampir ke sini, :D canda bang... alasannnya membaca itu adalah salah satu kewajiban kita Rasulullah aja dulu pertama kali di turunkan wahyu oleh Allah di perintahkan untuk membaca. benerkan, banyak yang kita daat dari membaca seperti membuka wawasan kita, memberikan pencerahan pemikiran yang mulanya gak tahu, bisa jadi sangat tahu dan soo pasti bisa berbagi ilmu hehehe... slain itu ya,,, membaca juga bisa membat kita mandiri (sok tahu lu, coba jelasin) gak percaya... membaca itu bisa membuat kita mandiri kerena dengan membaca kita bisa belajar, gak harus bergantung kepada guru, temen, sekolah bimbingan belajar ato yg sejenisnya.
sedikit saya bagi tahu lagi, pengen berapa gak mahal kok, seribu tiga ahahha... membaca itu salah satu cara untuk menyegarkan pikiran, gaulnya sih WISATA pikiran dan itu pastinya gratis ( yg gratis bukan bukunya ya hahaha) kita bisa kemana saja yang kita mau tanpa ada batasan dimensi dan ruang waktu. di situlah kita bisa bebas berangan-angan dan memberi kebebasan yang sebebas-bebasnya kepada pikiran kita dan dengan membaca itu merupakan langkah awal menuju hidup yang lebih SUKSES
buat temen-temen yang masih kurang suka membaca ato benci membaca, ralat lagi deh cara berfikir temen-temen tentang membaca, Membaca itu asik ,,, ayoo membaca
saya mau sharing nih, sedikit mau bagi tahu aja, tentang pentingnya membaca... ayooo... siapa yang belum bisa baca,,, hahaha. membaca itu sangat penting. tahu kenapa alasan pertama dan masuk akal aja ya " kalo gak bisa baca, ya gak bisa mampir ke sini, :D canda bang... alasannnya membaca itu adalah salah satu kewajiban kita Rasulullah aja dulu pertama kali di turunkan wahyu oleh Allah di perintahkan untuk membaca. benerkan, banyak yang kita daat dari membaca seperti membuka wawasan kita, memberikan pencerahan pemikiran yang mulanya gak tahu, bisa jadi sangat tahu dan soo pasti bisa berbagi ilmu hehehe... slain itu ya,,, membaca juga bisa membat kita mandiri (sok tahu lu, coba jelasin) gak percaya... membaca itu bisa membuat kita mandiri kerena dengan membaca kita bisa belajar, gak harus bergantung kepada guru, temen, sekolah bimbingan belajar ato yg sejenisnya.
sedikit saya bagi tahu lagi, pengen berapa gak mahal kok, seribu tiga ahahha... membaca itu salah satu cara untuk menyegarkan pikiran, gaulnya sih WISATA pikiran dan itu pastinya gratis ( yg gratis bukan bukunya ya hahaha) kita bisa kemana saja yang kita mau tanpa ada batasan dimensi dan ruang waktu. di situlah kita bisa bebas berangan-angan dan memberi kebebasan yang sebebas-bebasnya kepada pikiran kita dan dengan membaca itu merupakan langkah awal menuju hidup yang lebih SUKSES
buat temen-temen yang masih kurang suka membaca ato benci membaca, ralat lagi deh cara berfikir temen-temen tentang membaca, Membaca itu asik ,,, ayoo membaca
Minggu, 12 Desember 2010
^,^
thankz buat penulis,,,
semoga penulis bisa bangga,,karena banyak orang yang membaca karyanya,,
<><><><><><><><><><><><><><><><><><><>
YANG PALING PENTING
Cerpen: Lan Fang
Di rumah. Hujan. Di teras. Duduk. Air jatuh satu-satu dari bibir genting. Menciprati lantai. Menggenangi rumput. Susul menyusul. Menjadi bunyi yang paling sepi.
Kamu suka musik klasik atau musik jazz?" tanyamu, seakan-akan itu adalah pertanyaan penting. Padahal, itu tidak penting. Karena aku punya pertanyaan lain yang lebih penting untukmu. "Kamu suka hujan waktu pagi hari atau sore hari?" Ini pertanyaan penting untukku. Tetapi aku tahu bahwa itu pertanyaan yang tidak penting menurutmu.
Karena kira-kira aku sudah tahu apa jawabanmu. "Hujan bikin becek, banjir, dan macet."
Tetapi apakah kau tahu kalau serakan hujan tampak berkilau di ujung lancipnya rerumputan? Aku ragu, kau tahu itu. Aku juga tidak merasa yakin kalau kau pernah mencium wangi cemara yang mengambang di udara sehabis dibasahi hujan. Jadi akulah yang menambang semerbak itu. Harum sunyi paling abadi. Ada di hati manusia yang sendiri.
Tidak ada kamu. Tidak tahu kamu sedang apa.
Mungkin benar bahwa kamu sedang berlatih memainkan musik klasik atau musik jazz. Tetapi aku tidak tahu bagaimana pastinya. Kemudian kamu berkata padaku "kamu memang tidak tahu kalau satu oktaf sebetulnya ada dua belas nada. Terdiri dari tujuh bilah putih. Dan lima bilah hitam. Ini penting! Bukan cuma delapan nada yang seperti kamu katakan. Tidak cuma do re mi fa sol la si do. Kamu tidak tahu."
Ya, aku memang tidak tahu. Seperti aku tidak tahu kenapa pikiranku gentayangan mencarimu. Padahal, aku tahu ada suara langit yang resah. Ada pesawat terbang menerjang hujan. Juga ada burung kecil yang nekat menerabas hujan. Aku tahu pesawat terbang dan burung kecil itu sedang saling bersaing. Pesawat terbang harus mendarat di landasannya. Burung kecil harus mencapai gerombolan cemara. Aku tahu keduanya sedang balapan menghindar dari basah. Tetapi aku tidak tahu yang mana dari mereka yang akan berhasil lebih dahulu. Seperti aku tidak tahu kamu sedang di mana.
Mungkin kamu sedang terjebak macet karena banjir. Maka kamu pasti sedang mengutuk hujan yang tidak berhenti sejak siang tadi. Karena hujan pasti membuat semua rencanamu tertunda. Sudah pasti semua rencana yang penting, menurutmu. Termasuk acaramu, latihan piano. Itu salah satu hal yang penting buatmu. Tetapi itu bukan acara penting untukku. Bagiku yang kulakukan sekarang juga penting. Duduk-duduk menonton hujan. Bukankah seharusnya kulakukan bersamamu? Tetapi kamu menganggapnya tidak penting.
"Ayo, cepat, habiskan baksomu. Sebentar lagi hujan. Nanti kamu kehujanan," katamu. Lagi-lagi aku tidak tahu, yang mana yang penting untukmu. Bakso, hujan, atau aku? Karena yang penting bagiku adalah waktu bersamamu. Tidak ada bakso, tidak mengapa. Kehujanan pun tak apa. Tetapi ada kamu. Ada kamu yang mendengarkan ceritaku tentang bakso. Tentang hujan. Tentang kamu.
Jadi ketika kau melempar aku begitu saja di halaman sebuah toko buku, aku tidak tahu kau kemudian menjadi apa. Apakah kamu menjadi pesawat terbang? Ataukah menjadi burung kecil? Apakah kamu sedang menuju landasan? Ataukah kamu justru sedang tergesa mencari cemara? Yang kelihatannya penting, walaupun aku tidak tahu apakah itu benar-benar penting adalah kau sedang terburu-buru. Mungkin sedang memburu. Atau sedang diburu.
Ah, itu sudah tidak penting lagi bagiku. Karena sudah hujan. Sudah angin. Sudah dingin. Sudah basah.
Masih di rumah. Masih hujan. Masih di teras. Masih duduk. Dan masih saja air jatuh satu-satu dari bibir genting. Juga masih menciprati lantai. Sudah pasti masih menggenangi rumput. Tentu masih susul-menyusul. Benar-benar masih menjadi bunyi yang paling sepi.
"Nanti aku ke rumahmu. Agak malam. Karena sekarang masih hujan. Masih banjir. Masih macet," katamu.
Kali ini kulakukan sesuatu yang penting menurutku. Kubuka pagar lebar-lebar. Agar nanti mobilmu bisa langsung masuk ke car port. Sehingga ketika kau turun dari mobil, kau tidak kehujanan. Tidak kena angin. Tidak dingin. Tidak basah.
Tetapi yang kulakukan ternyata tidak penting untukmu. Kau tetap memarkir mobilmu di jalanan. Di sisi luar pagar. Kamu turun, berlari kecil menembus rintik. Kamu kehujanan. Kamu kena angin. Kamu kedinginan. Kamu basah.
Sekian banyak kita bersisipan di antara yang penting dan tidak penting. Apakah sejenak ada suara hujan menyelinap di antara nada-nada musik klasik dan jazz yang kau mainkan? Sehingga aku tidak tahu, mana yang sungguhan penting dan mana yang tidak penting. Aku juga sudah tidak bisa membedakan irama hujan atau denting piano.
Akhirnya, sampai juga kita kepada satu kata sepakat. Secangkir coklat panas. Kau menyeruputnya. Dan aku bahagia melihat wajahmu mulai memerah. Tidak pias. Tidak pucat. Sudah hangat.
"Kamu suka musik klasik atau musik jazz?" kamu masih saja mengulang pertanyaan yang kamu anggap penting itu.
"Kamu suka hujan waktu pagi hari atau sore hari?" akhirnya kutanyakan juga pertanyaan yang kuanggap penting ini.
"Aku mau bikin lagu untukmu. Lagu tentang hujan," katamu tetapi bukan menjawab pertanyaanku.
"Lagu hujan adalah lagu yang paling aku suka," kurasa kata-kataku juga tidak menjawab pertanyaanmu.
Kemudian seperti biasa kamu berlalu. Tetap terburu-buru. Aku tidak tahu apakah kamu sedang memburu atau sedang diburu hujan. Itu sudah tidak penting lagi.
Tahukah kamu kalau aku ingin menyampaikan ada yang lebih penting?
Bila kamu memeluk hujan, itu aku. Bila kamu menyentuh dingin, itu aku. Bila kamu mencium angin, itu aku. Maka kamu adalah tanah yang begitu tabah menadah basah.
Kurasa ini paling penting!***
semoga penulis bisa bangga,,karena banyak orang yang membaca karyanya,,
<><><><><><><><><><><><><><><><><><><>
YANG PALING PENTING
Cerpen: Lan Fang
Di rumah. Hujan. Di teras. Duduk. Air jatuh satu-satu dari bibir genting. Menciprati lantai. Menggenangi rumput. Susul menyusul. Menjadi bunyi yang paling sepi.
Kamu suka musik klasik atau musik jazz?" tanyamu, seakan-akan itu adalah pertanyaan penting. Padahal, itu tidak penting. Karena aku punya pertanyaan lain yang lebih penting untukmu. "Kamu suka hujan waktu pagi hari atau sore hari?" Ini pertanyaan penting untukku. Tetapi aku tahu bahwa itu pertanyaan yang tidak penting menurutmu.
Karena kira-kira aku sudah tahu apa jawabanmu. "Hujan bikin becek, banjir, dan macet."
Tetapi apakah kau tahu kalau serakan hujan tampak berkilau di ujung lancipnya rerumputan? Aku ragu, kau tahu itu. Aku juga tidak merasa yakin kalau kau pernah mencium wangi cemara yang mengambang di udara sehabis dibasahi hujan. Jadi akulah yang menambang semerbak itu. Harum sunyi paling abadi. Ada di hati manusia yang sendiri.
Tidak ada kamu. Tidak tahu kamu sedang apa.
Mungkin benar bahwa kamu sedang berlatih memainkan musik klasik atau musik jazz. Tetapi aku tidak tahu bagaimana pastinya. Kemudian kamu berkata padaku "kamu memang tidak tahu kalau satu oktaf sebetulnya ada dua belas nada. Terdiri dari tujuh bilah putih. Dan lima bilah hitam. Ini penting! Bukan cuma delapan nada yang seperti kamu katakan. Tidak cuma do re mi fa sol la si do. Kamu tidak tahu."
Ya, aku memang tidak tahu. Seperti aku tidak tahu kenapa pikiranku gentayangan mencarimu. Padahal, aku tahu ada suara langit yang resah. Ada pesawat terbang menerjang hujan. Juga ada burung kecil yang nekat menerabas hujan. Aku tahu pesawat terbang dan burung kecil itu sedang saling bersaing. Pesawat terbang harus mendarat di landasannya. Burung kecil harus mencapai gerombolan cemara. Aku tahu keduanya sedang balapan menghindar dari basah. Tetapi aku tidak tahu yang mana dari mereka yang akan berhasil lebih dahulu. Seperti aku tidak tahu kamu sedang di mana.
Mungkin kamu sedang terjebak macet karena banjir. Maka kamu pasti sedang mengutuk hujan yang tidak berhenti sejak siang tadi. Karena hujan pasti membuat semua rencanamu tertunda. Sudah pasti semua rencana yang penting, menurutmu. Termasuk acaramu, latihan piano. Itu salah satu hal yang penting buatmu. Tetapi itu bukan acara penting untukku. Bagiku yang kulakukan sekarang juga penting. Duduk-duduk menonton hujan. Bukankah seharusnya kulakukan bersamamu? Tetapi kamu menganggapnya tidak penting.
"Ayo, cepat, habiskan baksomu. Sebentar lagi hujan. Nanti kamu kehujanan," katamu. Lagi-lagi aku tidak tahu, yang mana yang penting untukmu. Bakso, hujan, atau aku? Karena yang penting bagiku adalah waktu bersamamu. Tidak ada bakso, tidak mengapa. Kehujanan pun tak apa. Tetapi ada kamu. Ada kamu yang mendengarkan ceritaku tentang bakso. Tentang hujan. Tentang kamu.
Jadi ketika kau melempar aku begitu saja di halaman sebuah toko buku, aku tidak tahu kau kemudian menjadi apa. Apakah kamu menjadi pesawat terbang? Ataukah menjadi burung kecil? Apakah kamu sedang menuju landasan? Ataukah kamu justru sedang tergesa mencari cemara? Yang kelihatannya penting, walaupun aku tidak tahu apakah itu benar-benar penting adalah kau sedang terburu-buru. Mungkin sedang memburu. Atau sedang diburu.
Ah, itu sudah tidak penting lagi bagiku. Karena sudah hujan. Sudah angin. Sudah dingin. Sudah basah.
Masih di rumah. Masih hujan. Masih di teras. Masih duduk. Dan masih saja air jatuh satu-satu dari bibir genting. Juga masih menciprati lantai. Sudah pasti masih menggenangi rumput. Tentu masih susul-menyusul. Benar-benar masih menjadi bunyi yang paling sepi.
"Nanti aku ke rumahmu. Agak malam. Karena sekarang masih hujan. Masih banjir. Masih macet," katamu.
Kali ini kulakukan sesuatu yang penting menurutku. Kubuka pagar lebar-lebar. Agar nanti mobilmu bisa langsung masuk ke car port. Sehingga ketika kau turun dari mobil, kau tidak kehujanan. Tidak kena angin. Tidak dingin. Tidak basah.
Tetapi yang kulakukan ternyata tidak penting untukmu. Kau tetap memarkir mobilmu di jalanan. Di sisi luar pagar. Kamu turun, berlari kecil menembus rintik. Kamu kehujanan. Kamu kena angin. Kamu kedinginan. Kamu basah.
Sekian banyak kita bersisipan di antara yang penting dan tidak penting. Apakah sejenak ada suara hujan menyelinap di antara nada-nada musik klasik dan jazz yang kau mainkan? Sehingga aku tidak tahu, mana yang sungguhan penting dan mana yang tidak penting. Aku juga sudah tidak bisa membedakan irama hujan atau denting piano.
Akhirnya, sampai juga kita kepada satu kata sepakat. Secangkir coklat panas. Kau menyeruputnya. Dan aku bahagia melihat wajahmu mulai memerah. Tidak pias. Tidak pucat. Sudah hangat.
"Kamu suka musik klasik atau musik jazz?" kamu masih saja mengulang pertanyaan yang kamu anggap penting itu.
"Kamu suka hujan waktu pagi hari atau sore hari?" akhirnya kutanyakan juga pertanyaan yang kuanggap penting ini.
"Aku mau bikin lagu untukmu. Lagu tentang hujan," katamu tetapi bukan menjawab pertanyaanku.
"Lagu hujan adalah lagu yang paling aku suka," kurasa kata-kataku juga tidak menjawab pertanyaanmu.
Kemudian seperti biasa kamu berlalu. Tetap terburu-buru. Aku tidak tahu apakah kamu sedang memburu atau sedang diburu hujan. Itu sudah tidak penting lagi.
Tahukah kamu kalau aku ingin menyampaikan ada yang lebih penting?
Bila kamu memeluk hujan, itu aku. Bila kamu menyentuh dingin, itu aku. Bila kamu mencium angin, itu aku. Maka kamu adalah tanah yang begitu tabah menadah basah.
Kurasa ini paling penting!***
Langganan:
Postingan (Atom)


